Peran Penting Laboratorium terhadap Keamanan Pangan





Era Perdagangan Asia Tenggara makin mendekat. Indonesia semakin pula dituntut untuk bisa bersaing di segala bidang dengan negara lain di Asia Tenggara, termasuk bidang pangan di dalamnya agar dapat ikut serta meramaikan dan bahkan memimpin jalannya perdagangan ini.

Namun masih ada beberapa yang harus dibenahi bangsa Indonesia yaitu terkait keamanan pangan. Keamanan pangan sangat erat kaitannya dengan penelitian-penilitian laboratorium sehingga dengan menilik masalah tersebut, Prof. F. G. Winarno selaku Presiden Asosiasi Laboratorium Pangan Indonesia (ALPI) memiliki gagasan agar seluruh laboratorium baik utilitas, laboran, dan segala bagian dari laboratorium itu sendiri memiliki sertifikat dan berkompetensi.

Dalam sebuah gathering yang diselenggarakan oleh Mbrio Biotekindo, Winarno mengatakan, laboratorium digunakan untuk menganalisis adanya mikroba dan kandungan lainnya di dalam pangan agar tetap aman dikonsumsi oleh manusia. Terlihat jelas peran penting laboratorium dalam menentukan industri pangan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan manusia. Sehubungan dengan hal itu pula lah Prof. F. G. Winarno memiliki impian agar Indonesia di masa mendatang dapat mengekspor teknisi dan laboran berkompetensi ke selurh Asia Pasifik.

Pangan dan gizi merupakan suatu hal dengan keterkaitan yang sangat kuat. Gizi itu sendiri merupakan istilah asli Indonesia yang diserap dari bahasa Arab gizah, sedangkan pangan di Cina terdiri dari dua kata yaitu human dan good. Dua keterkaitan ini menunjukkan bahwa pangan harus diusahakan bergizi, yaitu bermutu baik serta bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan sanubari manusia. Namun, pangan dengan gizi tinggi selain diperuntukkan oleh manusia, adapula kompetitor lain yang ingin mendapatkan nutrisinya yaitu mikroba.

Maka dari itu diperlukan adanya pengecekan pada tiap pangan terhadap ada atau tidaknya kontaminasi pada pangan yang dapat mengancam kesehatan manusia sehingga pangan tersebut bertransformasi menjadi bukan pangan karena tidak baik untuk kesehatan.

Dunia semakin berkembang dan maju, begitu pula virus dan mikroba. Banyak sekali contoh virus dan mikroba berbahaya yang menyerang sistem imun manusia seperti virus SARS, MERS, Ebola dan The Big Three yang terdiri dari Lysteria monocitogenes, Escherichia coli, dan Salmonella. Keberadaan virus dan mikroba berbahaya ini seharusnya sudah dapat dicegah dan dikendalikan dengan penelitian di laboratorium. Maka dari itu adanya laboratorium yang berkompetensi sangat penting. Kompetensi laboratorium dilihat dari beberapa aspek yaitu sumber daya manusia (laboran), peralatan, metode, manajemen, serta ruang lingkup. Semua aspek tersebut harus terakreditasi dan tersertifikasi agar data yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan sehingga semakin banyak lembaga sertifikasi berkompetensi akan semakin baik.

Akreditasi dan sertifikasi sangat penting apalagi jika dihadapkan dengan isu pangan seputar food debate. Isu ini biasanya mengangkat tentang keracunan pangan yang membuat konsumen pangan bermasalah dengan produsen. Keracunan pangan ini besar kemungkinannya disebabkan oleh kesalahan data hasil penelitian suatu produk dan laboratorium terakreditasi serta tersertifikasi sangat kecil kemungkinannya dalam memberikan data yang keliru. Maka dari itu, sangat besar harapan bangsa agar seluruh piranti dan komponen laboratorium Indonesia dapat segera meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi kompeten agar kasus keracunan yang sulit untuk diikuti alur sebabnya dapat dipecahkan serta dapat bersaing penuh di perdagangan Asia Tenggara. Yustika.

Artikel Lainnya