Metode Pengujian Alternatif, Tak Masalah



Pengujian produk pangan dilakukan untuk memastikan jaminan mutu dan keamanan pangan. Pengujian produk juga dilakukan untuk memenuhi persyaratan pasar ekspor impor, sertifikasi, monitoring dan pengawasan. Metode pengujian mencakup beberapa hal yakni enumerasi (kuantitatif) yakni menghitung sel hidup (jumlah koloni atau MPN), deteksi (kualitatif) yakni pendugaan ada atau tidaknya bakteri pada selektif media dan atau differential media, dan identifikasi yakni konfirmasi terhadap spesies bakteri yang diduga melalui uji biokimia dan atau serologi.


Ada dua jenis metode pengujian, yakni metode pengujian standar dan metode pengujian alternatif. Metode standar banyak digunakan sebagai metode pengujian karena metode ini didukung oleh pemerintah dan diterbitkan oleh lembaga yang berwenang seperti ISO, FDA, AOAC, BSN. Metode ini juga banyak dipilih oleh lembaga pengujian karena dapat digunakan secara utuh terutama untuk identifikasi. Metode standar juga telah memenuhi spesifikasi/tingkat keberterimaan terutama dalam sertifikasi produk terkait penetapan tanda SNI. Metode standar merupakan persyaratan metode pengujian dalam SNI-ISO 17025:2008, dan metode standar lebih dipilih karena pemerintah kurang mendukung penggunaan metode alternatif.


Padahal menurut Murtiningsih, M.App, Sc, Kepala Bidang Manajemen Mutu Laboratorium dan Lembaga Inspeksi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, metode alternatif bisa digunakan, asal telah divalidasi oleh organisasi berwenang yang ditetapkan oleh masing masing negara (misalnya AOAC-OMA, AFNOR). Validasinya meliputi validasi metode dan kesesuaian metode. Selain itu metode alternatif juga harus sesuai dengan peraturan terkait metode alternatif yang ditetapkan oleh masing masing negara. Misalnya United States Pharmacopoeia Informational Chapter <1223>, Validation of Alternative Microbiological Methods, atau di Eropa yakni European Pharmacopoeia Chapter 5.1.6, Alternative Methods for Control of Microbiological Quality.
Murtiningsih menyarankan agar laboratorium mempertimbangkan hal berikut sebelum menggunakan metode alternatif, yakni tujuan pengujian, menentukan penggunaan metode, serta susun perbandingan waktu, biaya dan alat. Sesuaikan juga dengan kemampuan laboratorium itu sendiri. Ita

 

Artikel Lainnya