Tantangan Meningkatkan Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan Menyongsong Asean Economic Community 2015





 

 
AEC (Asean Economic Community) atau Masyarakat Ekonomi Asean 2015 merupakan bentuk Integrasi Ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai pada tahun 2015. Sebagai acuan oleh seluruh negara anggota dalam mengimplementasikan komitmen AEC, telah disepakati AEC Blueprint yang ditandatangani para pemimpin ASEAN pada bulan November 2007 di Singapura. 
 
Pilar utama yang menjadi pokok bahasan adalah: perdagangan bebas untuk barang dan jasa, aliran bebas tenaga kerja terampil, aliran bebas investasi serta aliran modal yang lebih bebas. Tujuan utama dari AEC adalah untuk membuat : pasar tunggal dan berbasis produksi, kawasan ekonomi yang sangat kompetitif, wilayah pembangunan ekonomi yang merata dan wilayah sepenuhnya terintegrasi ke dalam ekonomi global. Tujuan dari AEC juga untuk menjadikan ASEAN sebuah wilayah yang lebih dinamis untuk bersaing dalam rantai pasokan global dan tetap menjadi dasar yang menarik untuk investasi asing langsung.
 
Dalam hal ini, ASEAN akan bekerja untuk menjaga "Sentralisasi ASEAN" dalam hubungan eksternal ekonomi, terutama dalam negosiasi untuk daerah perdagangan bebas (Free Trade Area) dan perjanjian kemitraan ekonomi yang komprehensif. Peranan laboratorium sangat dibutuhkan keberadaannya apabila terjadi suatu permasalahan, baik itu berlakunya regulasi yang semakin ketat, kontrol kualitas suatu produk, atau bahkan sebagai data pembanding dari proses development yang bertujuan
meningkatkan daya saing, agar produk yang dihasilkan dapat diterima di pasar bebas terutama untuk menyongsong AEC tahun 2015.
 
Seiring dengan berkembangnya teknologi pengujian, laboratorium juga dituntut untuk memberikan jaminan mutu pengujian kepada customer, disamping metodenya harus tervalidasi, terakreditasi ISO 17025:2005, menggunakan teknologi terkini dan laboratorium juga dituntut untuk mengikuti uji profisiensi secara berkala agar kompetensi laboratorium dapat terjaga mutunya. Dengan demikian keselarasan dalam melangkah untuk memberikan sistem jaminan mutu, antara pihak laboratorium dan pelaku industri harus saling mendukung.
 
Laboratorium harus dapat memberikan nilai pengujian yang benar dan dapat diterima atau diakui oleh pasar internasional dan pelaku industri dapat mengontrol mutu produknya dengan melihat hasil dari nilai pengujian.
 
Atas dasar hal itu, Asosiasi Laboratorium Pangan Indonesia (ALPI), Angler Biochemlab dan Berca Niaga Medika berinisiatif menggelar seminar tentang 'Tantangan Meningkatkan Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan Menyongsong Asean Economic Community 2015', di Surabaya pada Selasa, 11 Juni 2013.
 
Tujuan penyelenggaraan seminar ini yakni untuk memberikan informasi seputar perkembangan regulasi untuk jaminan mutu dan
keamanan pangan dalam menyongsong AEC 2015, serta memberikan informasi terkini tentang perkembangan metode pengujian
laboratorium.
 
Seminar ini dihadiri oleh anggota ALPI, pelaku industri pangan, lembaga pemerintah, perguruan tinggi yang relevan, food service, akademisi, asosiasi, dan masyarakat umum. Peserta yang hadir berkisar 100 Peserta, dan semua peserta akan mendapatkan Coffee Break, Makan Siang dan doorprize yang menarik, dan apabila peserta menginginkan materi dapat menghubungi Panitia.
 
Topik dan Pembicara
 
Topik bahasan dan narasumber seminar ALPI pada 11 Juni 2013 ini yakni:
- Prof. F.G. Winarno. Chairman Asosiasi Laboratorium Pangan Indonesia (ALPI)
  Tema “ Peranan ALPI terkait industri pangan untuk menyongsong AEC 2015”
- Ir. Roy Sparingga, M.App.Sc. Ph.D (Deputy III BPOM RI)
  Tema “ Persiapan dan Regulasi Indonesia terkait industri pangan untuk menyongsong AEC 2015”
- Husniaty, Msc (Direktur Pengembangan Mutu Barang) Kementerian Perdagangan
  Tema ”Peranan PPMB sebagai laboratorium regulator dan referensi menyongsong AEC 2015”
- Dr.Tengku A.R. Hanafiah (Deputi Bidang Penelitian dan Kerjasama Standardisasi (BSN)
  Tema “ Peranan SNI dalam meningkatkan daya saing industri pangan untuk menyongsong AEC 2015”
- Mr. Steven Pang, MBA (PT. Berca Niaga Medika)
  Tema “ Technology development of laboratory analyses related to food industry for AEC 2015”
- Suwidji Wongso Ph.D (Direktur PT. Angler BioChemLab)
  Tema “Peranan Laboratorium Penguji Independen Menyongsong AEC 2015”
 
Acara akan dipandu oleh moderator:
- Dra. Endang Pudjiwati, Apt.MM (Kepala BPOM Jawa Timur) (untuk session 1)
- Yapto Willi Sinatra, SH (Ketua GAPMMI Jawa Timur) (untuk session 2)
 
Peserta Seminar
Penyelenggara adalah PT. Angler BioChemlab dan PT. Berca Niaga Medika
 
Untuk registrasi peserta seminar, adalah sebagai berikut:
- Peserta Umum : Rp. 500.000,-
- Anggota ALPI : Rp. 200.000,-
  (Gratis voucher pengujian senilai Rp. 700.000,- bagi peserta umum)
Konfirmasi kehadiran: 3 Juni 2013 (maksimal)
 
Untuk info lebih lanjut dapat kontak ke:
Panitia Seminar ALPI
Contact person. Sunarto, Yordan, Sabrina
Telp./Fax. 031-7344111, 031-7342111

Artikel Lainnya