Memilih Metode Analisa Protein yang Tepat dan Cepat





Protein merupakan zat gizi makro yang terdapat dalam berbagai produk pangan dalam jumlah dan jenis yang bervariasi. Analisa kandungan protein menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh industri pangan. Apalagi, peraturan mewajibkan pancantuman kandungan protein –bersama zat gizi lainnya, pada label kemasan.

Saat ini terdapat beberapa jenis metode pengukuran protein. Namun demikian, seiring dengan tuntutan regulasi dan konsumen yang semakin tinggi, produsen pangan membutuhkan teknik analisa yang semakin teliti dan cepat. Hal tersebut diungkapkan oleh Product Manager Gerhardt Company --Dr. Warner Kueppers dalam Seminar bertajuk The Most Precise and Fast Protein/Nitrogen Automatic Analysis System di Indonesian International Institute for Life Science Jakarta, pada 29 September lalu. Dalam acara yang diselenggarakan oleh Gerhardt tersebut, Warner menyebutkan bahwa setidaknya terdapat dua teknik pengukuran protein yang cukup populer dewasa ini, yakni Kjeldahl dan Dumas. "Dalam metode Kjeldahl, oksidasi dilakukan dengan memanaskan asam sulfur. Sedangkan oksidasi pada metode Dumas dilakukan dengan oksigen murni," tutur Werner. Lebih lanjut ia menjelaskan perbedaan metode Kjeldahl dan Dumas. "Dengan metode Kjeldahl kita bisa mendapatkan fleksibelitas, seperti kandungan nitrogen mulai dari rendah hingga tinggi, jenis nitrogen yang berbeda, dan peralatannya cukup bervariasi, dari yang murah sampai dengan mahal. Sedangkan metode Dumas selalu memberikan hasil dalam total N, produktivitas yang lebih tinggi, dan biaya per sampel yang jauh lebih rendah," kata Werner.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti SEAFAST Center IPB –Prof. Nuri Andarwulan menjelaskan terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknik analisa protein. "Metode yang digunakan harus handal, seperti sederhana, cepat, sensitif, dan dapat dipercaya," kata Nuri. Selain itu, teknik yang dipilih juga harus sesuai dengan jenis sampelnya, seperti dalam bentuk olahan atau segar; serta dalam bentuk bubuk, larutan, emulsi, atau lainnya. Fri-09

Artikel Lainnya