Agilent dan Bercaniaga Medika (BNM) Gelar Seminar Mass Spectrometry





Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di dunia industri, khususnya bidang laboratorium maka PT Berca Niaga Medika (PT. BNM) mengadakan seminar dengan tema “Mass Spectrometry Technological Update” di Jakarta pada 21 September lalu. Tujuan seminar tersebut adalah untuk membantu para tenaga ahli laboratorium untuk meningkatkan wawasan tentang GCMS/MS dan LCMS/MS. Pada acara tersebut di paparkan tentang perkembangan teknologi berbasis GCMS yang disampaikan oleh Lotus Saw sebagai GCMS Product Specialist dan Chor Teck, PhD sebagai LSMS Product Specialist.

Selain pembicara dari Agilent, pada seminar tersebut juga dipaparkan tentang “MS Technology in Clinical Application” yang disampaikam oleh Dr. Mizwar Fatah (PT. Prodia Widya Husada), yang memaparkan tentang aplikasi teknologi berbasis Mass Spectrometry di dunia klinis. Narasumber berikutnya adalah Dr. Bram Kusbiantoro (BB Penelitian Padi) yang mengulas tentang “Flavor Analysis menggunakan teknologi berbasis GCMS. Untuk industri pangan, Dr. Warnadi (PT. Nugen Indonesia) berbagi pengalaman tentang penggunaan GCMS/MS untuk Food Analysis, khususnya analisis residu pestisida yang memerlukan deteksi di level ppb dengan variasi analit yang sangat beragam dari matrik sampel yang juga bervariasi. Dalam hal ini Agilent memberikan solusi dengan GCMS/MS Pesticide Analyzer yang yang sangat membantu para praktisi di lab pestisida yang tidak lagi perlu melakukan pengembangan metode untuk masing-masing jenis pestisida yang akan dianalisis karena hal tersebut
sudah dilakukan di Agilent.

Saat ini begitu banyak isue yang berkembang tentang kontaminasi pada makanan dan minuman, seperti beberapa saat lalu adanya kontaminasi plastik dalam beras dan tentang kontaminasi alfatoxin dalam produk makanan. Chor Teck, PhH dari Agilent Technologies memaparkan tentang teknolagi LCMSMS yang membahas “Agilent Personalized Compound Database and Library and New Mycotoxin Library”. Ia menjelaskan tentang teknologi LCMSMS terbaru yang dapat melakukan Targetted Screening untuk lebih dari 400 jenis mikotoksin yang tidak memerlukan standar jika untuk analisis kualitatif. alpi

Artikel Lainnya